Tata Cara Mandi Junub Setelah Haid Yang Harus Diketahui

Keutamaan Mandi Jumat, dapat Ampunan dan Pahala Seperti Berkurban

Mandi junub atau mandi wajib merupakan cara bersuci dari hadats besar. Adapun sebab mandi junub ini diantaranya adalah karena mengalami junub, haid, nifas, keluarnya air mani, dan bersetubuh. Namun, dalam kesempatan kali ini akan coba membahas tentang tata cara mandi junub akibat haid.

Haid atau menstruasi atau kadang disebut juga dengan datang bulan merupakan perdarahan uterus secara periodik dan siklus yang normal terjadi pada wanita yang telah puber. Proses ini terjadi dengan disertai pelepasan endometrium. Jumlah darah yang keluar rata-rata sebanyak 20-60 milimeter. Pada normalnya, siklus menstruasi terjadi sekitar 28 hari dan ada juga yang mengalami siklus menstruasi setiap 21 hari hingga 30 hari.

Pada saat seorang wanita muslimah mengalami haid, maka ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan olehnya, seperti sholat, puasa, berhubungan suami istri, dan lain sebagainya. Setelah haid, bagi seorang muslimah tentunya diharuskan mandi junub untuk membersihkan diri dari hadats besar. Lalu bagaimana cara manji junub setelah haid? Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya. 

Seperti yang diketahui bahwa setiap yang namanya ibadah wajib itu, baik yang fardhu kifayah maupun fardhu ain, wajibnya hukumnya melafadzkan niat terlebih dahulu. Begitupun dengan mandi wajib maka anda harus melafadzkan niat mandi wajib terlebih dahulu. Berikut niat doa mandi junub setelah haid :

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta’ala”

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta’ala”. 

Lalu bagaimana tata cara mandi junub setelah haid? Untuk itu mari kita simak ulasannya berikut ini. 

Tata Cara Mandi Junub Setelah Haid

  • Diawali dengan membaca doa niat mandi junub. Perlu diketahui bahwa doa niat mandi ini wajib hukumnya. Karena doa niat mandi wajib ini yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Cara membaca niat ini bisa dilakukan dalam hati atau bersuara. Adapun niat mandi wajib setelah haidadalah :

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta’ala”

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta’ala”. 

  • Kemudian cuci tangan sebanyak 3 kali. Hal inin dilakukan supaya tangan bersih serta terhindar dari najis.
  • Setelah itu bersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi dengan menggunakan tangan kiri. Adapun bagian tubuh yang kotor itu diantaranya dubur, kemaluan, bawah ketiak, pusar dan lain sebagainya. 
  • Ulangi mencuci kedua tangan. Sesudah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan tersebut dicuci kembali. Caranya adalah dengan mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok, lalu dibilas dengan air langsung atau dicuci dengan menggunakan sabun baru dibilas. 
  • Setelah itu berwhudu seperti layaknya mau melaksanakan sholat.
  • Kemudian menyela-nyela pangkal rambut dengan menggunakan jari tangan yang sudah dicelupkan ke air sebelumnya hingga menyentuh bagian kulit kepala. 
  • Lalu basahi kepala dengan cara mengguyurnya sebanyak 3 kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air.
  • Kemudian basahi tubuh secara merata dengan mengguyurnya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari tubuh bagian kanan terlebih dahulu lalu bagian kiri. 

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang tata cara mandi junub setelah haid. Semoga ada guna dan manfaatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *